bayangan - bayangan ungu itu terus saja menampakkan diri. memenacar jelas dibawah sinar matahari yg mulai kabur oleh rintikan hujan. hujan lama tak kunjung berhenti. tiap tetesnya slalu membawa pesan. sentuhan tetesannya menimbulkan irama yg mampu menentramkam jiwa. kala itu aku hanya duduk termenung didepan jendela kamar. memanadangi hujan yg tak kunjung reda. sambil terus melirik sesekali ke arah jam dinding berharap waktu tak cepat berlalu. namun waktu terus saja berlalu dan aku masih tetap duduk lesu diatas kursi malasku. tetap terus menatap bayangan ungu yg muncul dari jendela kamar. bayangan ungu yg memancar dari bunga tulip pemberianmu setahun kemarin. sekarang tertunduk pasrah tertimpah tetes demi tetes air hujan. seperti diriku sekarang yg mulai duduk pasrah menanti redanya hujan dan berharap kami berdua bisa bertemu kembali. lama kunanti, nampaknya langit sore itu memang sedang tak bersahabat. tanpa pikir panjang kuputuskan untuk bergegas pergi menemuimu. payung besar sudah siap ditangan kananku dan segenggam tulip bewarna ungu kugenggam dg erat ditangan kiriku. sejenak kutengok keatas langit dan hujanpun semakin deras.hari ini adalah tepat 6 bulan kepergianmu. sejak awal aku telah berjanji akan slalu membawakan 24tangkai bunga tulip berwarna ungu untukmu. kau pernah bilang kepadaku bahwa kau sangat suka dg bunga tulip. tiap bulan kuletakkan bunga-bunga itu dimana kau tengah tidur dg damai sekarang. tidur dg tenang untuk selamanya. 24 tangkai ini adalah perlambangan kebersamaan kau dan aku selama 24bulan. sama seperti yg kau berikan padaku, aku slalu membeli bunga yg sama untukmu. aku hanya ingin kau tidak merasa kesepian disana. semoga bunga-bunga ini mampu menemanimu selalu dan akan slalu menjadi bukti cinta ku kepadamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar