Kamis, 06 Januari 2011

Sinta mencari Rama

    Seandainya mata dan hatiku bisa berbicara pasti kedua alat indra ini akan mengomentari sesosok itu.. sosok yang selalu menampakkan wajah segar,cerah.. dan senyumnya yang selalu merekah dengan lepas dan damai. Ohh tuhan, alangkah indahnya ciptaan-Mu ini. Aku tak sanggup berkata apa-apa. Aku hanya bisa terdiam dan menatap indah senyumnya dari kejauhan. Aku tak berani mendekatinya ataupun menyapanya. Dia terlalu indah untuk aku dekati.. aku hanya bisa mengaguminya saja.
    Setiap kali aku bertemu dengannya, tubuhku terasa ringan hingga seakan-akan aku seperti terbawa angin dan terbang menari-nari diudara. Seakan hanya ada aku dan dia yang tersisa dibumi ini hingga kami bisa saling tertawa bersama. Bagaikan bunga dan kumbang yang baru pertama kali bertemu dan saling berbagi keceriaan…
    Tapi semua itu hanyalah bualan imajinasiku akan hadirnya. Aku tak mungkin bisa bersamanya. Dia terlalu indah, sedangkan aku ? aku bagaikan tisu yang terbuang dan melayang-layang diudara dan berharap ada yang memungutnya..
    Melihat wajahnya, senyumnya bisa membuatku terbuai dan terdiam tak tau harus apa. Hingga aku pun terbangun dari lamunanku saat dia menyapaku, “haii, sinta”.
Tuhan.. apa ini sebuah mimpi disiang bolong atau hanya sekedar khayalan konyol??? Dia menyebut namaku dan menghampiriku. “eh,, iya. Haii,kak”, jawabku dengan wajah bingung. Ohh tidak!!! Dia melepaskan senyum terindahnya .aku bingung harus bagaimana. Dia membuatku semakin terjatuh dalam khayalan konyolku.  “mau pulang yah?” tanyanya. “eh,, iyaa”. “pulang bareng yuk?” ajaknya.
    Hari ini seperti sebuah mimpi. Dia mengajakku pulang bersama dengannya dan tanpa kata-kata, aku hanya mengiyakannya dengan anggukan. Untuk pertama kalinya, aku bisa begitu dekat dengannya. Ohh..thanks God!!!!!!!!! It’s nice day ^-^

--------------------------------------------000-------------------------------------------------


drriiit.dritt..
ada pesan masuk dihandphone ku. Ahh.. aku paling benci dengan sms dipagi hari yang mengganggu tidurku. Dengan malas, aku membuka pesan masuk tersebut. Aku langsung terperanjat saat melihat nama yang muncul dipesan masuk ku.

From : kak Rama
Pagiii… :D

Satu kata, “yeeaaahhhhhhh… horeeee!!!!”
Gludaaaakk..!! ouch.. kepalaku terbentur lantai saat aku terjatuh dari tempat tidur.
Saat itu juga aku membalas pesan darinya.
Aku : pagi juga…. \^o^/

Hhmmm cinta itu memang manis. Semanis lollipop yang selalu memberikan rasa dan sensasi tersendiri disaat kita merasakannya. Begitu juga dengan yang kurasakan saat ini. Aku tidak tahu rasa apa yang sedang aku rasakan tapi rasa itu begitu indah dan manis.  Pagi itu dia mengajakku untuk berangkat bersamanya kesekolah. ‘Wow it’s so wonderful!!! Aku siap,RAMA!!!!’ teriakku dengan semangat dalam hati.
    Sesampainya disekolah aku langsung meluncur kedalam kelas dengan hati berbunga-bunga dan tak sabar untuk berbagi kebahagiaan dengan sahabatku. Dengan perasaan campur aduk antara bahagia dan bingung, aku langsung menceritakan semua kejadian yang aku alami kemarin dan pagi ini..
    Well.. agak pusing juga setelah curhat ke erna. Responnya gila banget. Shocknya ngaujubilah dah..huft tapi tak apalah setidaknya aku sekarang lebih yakin dengan apa yang sedang aku rasakan saat ini.. erna memang my best friend. Dia sudah memberiku semangat dan nasehat untukku sehingga aku lebih percaya diri. Oh God, he makes me so crazy now!!but I love him so much..

    --------------------------------------------000-------------------------------------------------
1 bulan kemudian..
Then, love is really make me crazy. Sempat aku bimbang dengan perasaanku, tuhan. Dia begitu aneh. Tiba-tiba masuk kedalam kehidupan ku dan sekarang setelah membuatku jatuh cinta kepadanya, dia menghilang tak ada kabar..
Bukan salah dia sepenuhnya memang karena diantara kita juga belum ada ikatan status. Tapi dia sudah membuatku melayang memasuki kehidupannya. Aku tak tahu harus bagaimana, aku bingung. Satu minggu berlalu dan dia pun tak ada kabar. Rasanya sudah begitu lama tak kulihat wajah indah itu. Wajah yang selalu membuatku diam terpaku untuk sesaat. Apa yang harus aku lakukan tuhan???
Tiap detik, tak henti-hentinya aku melihat handphone ku dan berharap dia menghubungiku. Tak ada yang tau kabar tentang dia. Sahabatnya hanya berkata bahwa dia sedang keluar kota. Tapi kenapa dia tak sedikit pun memberiku kabar atau membalas sms ku.
Drittt.driiit.. tiba-tiba handphoneku berbunyi. Ada satu pesan masuk .
From : Rama
Hiii…

Thanks god akhirny dia menghubungiku.
            Aku : km kmana aja kok ga ada kbr??
Lima belas menit berlalu dan tak ada balasan dari dia. Please.. balas pesanku. Aku hanya bisa berharap sambil menatap handphoneku dengan rasa cemas. Lalu lima menit kemudian dia membalas pesanku.
            Rama : km baik2 yah.. jgn bngn kesiangan lho soalnnya aku blm bisa jemput km.hhehe
                good night . . . .
dan sejak saat itu dia tak pernah menghubungiku lagi dan tak pernah nampak disekolah. Tersiar kabar bahwa dia pindah sekolah. Pernah aku mencoba untuk menghubunginya lagi tapi nomornya tidak aktif. Aku begitu kecewa dengan sikapnya. Ingin aku marah saat itu tapi apa daya, tak ada gunanya aku marah. Dia pun tak akan muncul didepanku..

--------------------------------------------000-------------------------------------------------
1 minggu kemudian
“ sinta,,!!!!!!” teriak erna dari belakang. Tidak biasanya erna berlariaan dg semangat.  Ehmm, ada gossip baru mungkin. Batinku. “ ta,, ada rama tuh. Kayaknya dia emang beneran mau pindah deh..”.Ucap erna sambil tersengal – sengal. “ Oh jadi dia udah muncul lagi. Hmm,, bodoh ah biarin aja”. Biar saja, aku sudah lelah memikirkan rama. Rasanya aku ingin menariknya kehadapanku dan memarahinya.

Dia hanya menatapku sesaat dari depan pintu kelasnya saat aku melewati taman depan kelasnya. Yah,, dia memang tidak berani menyapaku karena aku membentaknya ditelepon semalam.
Rama : “ halo..”
Aku : “  yaa ”
Rama : “ sinta maafin…”
Aku : “ kalo kamu emang mau pergi, pergi aja!! Tinggalin aku sendiri. Aku uda males ketemu kamu!!!
Tutt.tuttt.tu ttt………

Air mataku pun mulai jatuh. Aku tidak sanggup menahan emosiku. Perasaanku begitu galau, aku tak tahu harus bagaimana. Seharusnya aku tak membentaknya, seharusnya aku menahannya agar tidak pergi. Tapi semuanya sudah terlambat. Dia akan pindah sekolah hari ini….

--------------------------------------------000-------------------------------------------------
Maafin aku,ta. Ucap rama dalam hati sambil menggenggam handphone ditangannya. Bodohnya Aku tuhan. Seharusnya aku jujur kepadanya dari awal  kalo aku cinta dia. Tapi itu tidak mungkin. Aku akan pindah keluar kota. Aku tidak ingin menyakiti hatinya, aku hanya ingin agar dia tidak semakin terluka jika aku pergi nanti.
Aku memang bodoh!!! Apa yang harus aku lakukan tuhan? Dia sepertinya sudah membenciku….

--------------------------------------------000-------------------------------------------------
Keesokan harinya
“ kamu ngapain sih,ta masih disini???” seru erna padaku. Yahh.. erna memang sahabat terbaikku. Dia slalu memberiku semangat untuk bangkit disaat aku jatuh. Aku tak tahu bagaimana nasibku jika tak ada dia.. “ kamu mau melamun disini seharian? Ayo,ta kamu ga boleh kayak gini. Kejar rama sekarang atau kamu akan menyesal seumur hidup ”.
Berlari dan berlari. Aku terus berlari semampuku mengejar rama ke stasiun. Tuhan,, jika dia yang terbaik untukku ijinkan aku tuk bersamanya. Aku sayang dia,tuhan.
Kamu dimana rama??? Tanyaku dalam hati saat tiba distasiun. Berlariku kedalam kerumunan orang yang hendak naik ke dalam kereta. Aku terus mencari dan mencari tapi tak kudapat sosok itu. Sosok yang telah menghiasi hari-hariku. Hingga aku pun mulai putus asa dan kelelahan. Saat itu juga kulihat sosok itu. Rama..yah itu rama. Dia berdiri diseberang rel menunggu kereta yang akan membawanya pergi.

“ rama!!!!!!! “ teriakku dari seberang. Diapun menatapku dengan tatapannya yang penuh kehangatan. “ rama, aku cinta kamuuuuu...”. sempat aku lemas dan menangis. Kereta yang dia tunggu sudah tiba saat aku memanggilnya. Namun, senyum itu, senyum itu masih ada. Dia tetap berdiri diseberang dengan tersenyum..

Kami hanya duduk terdiam disalah satu kursi tunggu distasiun tersebut. Rama melewatkan kereta pertama dan menunggu kereta selanjutnya untuk berpamitan padaku. “ kamu beneran pergi? “tanyaku. “ iyaa..” jawabnya dengan bingung. Yahh aku tau, aku sudah terlambat untuk mencegahnya pergi. Kereta pun tiba, dia melangkah masuk kedalam dan  aku hanya terdiam terpaku. Sebelum pintu tertutup dia membalikkan badannya dan memanggil namaku.. “ sinta.. aku cinta kamu “.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar